Sabtu, 30 Agustus 2014
You never say good bye
07.24 |
Diposting oleh
Alyaak Hafizh Rayudisa |
Edit Entri
Akan
ku simpan dengan baik apa yang kau titipan kepadaku. Hingga nanti akan
ku kembalikan saat kau menemui ku meskipun aku sangat tidak yakin saat
kau kembali kau menemuiku..
Semua kenangan bersama mu, masih tersimpan baik dalam sekotak kado yang kau berikan saat umurku ke 17.
Semua ada disini.
Dan co card ini juga akan ada di dalamnnya. Bahkan surat ini.
Aku menunggumu.
Iyaaa entah sampai kapan.
Kamu tetap teman dan sahabat baik ku..
Sampai kapan pun.
Dimanapun kau berada, aku disini seperti mu. Mendoakanmu dari jauh. Menunggu kau kembali tentu dengan segudang karir yang kau bawa...
Aku yang memilih tetap diam karna aku ingin tetap terjaga seperti ini bersama mu.
Menjadi seorang teman dan sahabat. Meski terkadang banyak hal yang selalu menjadi masalah dlm hubungan kita.
Iya, aku diam. Aku menyianyiakan waktu ku.
Iya, kamu tak berhak menjawab karna aku tak pernah bertanya.
Aku senang jika kau telah berada ditempat ternyaman ini, meraih segala angan dan cita mu.
Tapi bukan dengan cara seperti ini.
Cara yang justru mungkin akan mempersulitku..
Diam ku bukan karna aku semata mata ingin membiarkan cinta ini aku pendam sendiri.
Tapi karna aku pernah gagal, aku pernah tersakiti, dan aku tak ingin mengulangnya.
Bertahan untuk tetapa menjadi seorang teman dan sahabat, memberi sejuta perhatian yang mungkin tak pernah kau sadari, mencoba ikhlas saat kamu menjadi milik orang lain, mencoba bersabar menghadapi tingkah laku mu yang keras, mencoba memahami setiap tingkah laku mu.
Aku bertahan untuk ini karna aku memang ingin sperti ini.
Menjadikan mu seorang sahabat yang pernah aku cintai.
Sejahat apapun kamu terhadap ku, aku tetap bertahan.
Iya semua semata-mata karna kamu sahabat ku, sahabat yang mungkin hati ku lebih dari sahabat.
aku tahu kamu nggak pengen liat aku kaya gini.
Aku paham banget. Maaf.
Tak ada yang perlu aku jelaskan mengenai perasaan ini. Karna aku tahu hati mu sudah mati. Aku tahu meskipun kamu sedang bersama seseorang lain tp hatimu bukan untuknya melainkan hatimu masih tetap utuk wanita itu. Wanita yuang membuat hati mu mati.
Mengertilah, selama ini aku selalu dan sedang berusaha untuk menganggapmu benar-benar sebagai sahabat.
Aku butuh waktu, aku butuh proses.
Dalam doakku aku selalu memohon agar aku dapat membuka hati ku untuk orang lain. Orang yang nantinya akan mengiriku dalam meraih sukses.
Kenapa kamu memilih cara ini?
\Kamu ingin aku melupakan mu. Iya aku pasti dan aku akan melupakanmu.
Itu hanya sebuah perasaan.
Kenapa silahturahmi kita harus terputus?
Tahukah kamu jika kamu pergi dengan memberi tahuku lebih awal mungkin aku takkan seperti ini.
Ini bukan kali pertamanya aku ditinggal untuk meraih mimpi.
AKu senang melihatmu meniti karir ditempat yangkamu inginkan selama ini dan aku pasti akan selalu mendoakan kesuksesanmu.
Tapi kenapa kamu seperti ini?
Apa kamu tahu?
Pagi hari, Kamis 28 Agustus 2014 saat aku mengikuti ospek jurusan, aku jatuh pingsan.
Sekujur tubuhku kaku, dada ku sesak, nafasku berat, mata ku terpejam dengan terus meneteskan air mata.
Dan di waktu itu, kamu sedang berada di kota nan jauh disana. KAmu juga sedang mengikuti ospek.
Sorenya, saat aku mencoba membangkitkan stamina tubuhku.
Aku membaca kata-kata dari mu. Ya kamu telah berada di kota yang sungguh teramat jauh dari sini padahl semalam tadi kau mengajakku bertemu.
Kenapa beginii??????
Semua kenangan bersama mu, masih tersimpan baik dalam sekotak kado yang kau berikan saat umurku ke 17.
Semua ada disini.
Dan co card ini juga akan ada di dalamnnya. Bahkan surat ini.
Aku menunggumu.
Iyaaa entah sampai kapan.
Kamu tetap teman dan sahabat baik ku..
Sampai kapan pun.
Dimanapun kau berada, aku disini seperti mu. Mendoakanmu dari jauh. Menunggu kau kembali tentu dengan segudang karir yang kau bawa...
Aku yang memilih tetap diam karna aku ingin tetap terjaga seperti ini bersama mu.
Menjadi seorang teman dan sahabat. Meski terkadang banyak hal yang selalu menjadi masalah dlm hubungan kita.
Iya, aku diam. Aku menyianyiakan waktu ku.
Iya, kamu tak berhak menjawab karna aku tak pernah bertanya.
Aku senang jika kau telah berada ditempat ternyaman ini, meraih segala angan dan cita mu.
Tapi bukan dengan cara seperti ini.
Cara yang justru mungkin akan mempersulitku..
Diam ku bukan karna aku semata mata ingin membiarkan cinta ini aku pendam sendiri.
Tapi karna aku pernah gagal, aku pernah tersakiti, dan aku tak ingin mengulangnya.
Bertahan untuk tetapa menjadi seorang teman dan sahabat, memberi sejuta perhatian yang mungkin tak pernah kau sadari, mencoba ikhlas saat kamu menjadi milik orang lain, mencoba bersabar menghadapi tingkah laku mu yang keras, mencoba memahami setiap tingkah laku mu.
Aku bertahan untuk ini karna aku memang ingin sperti ini.
Menjadikan mu seorang sahabat yang pernah aku cintai.
Sejahat apapun kamu terhadap ku, aku tetap bertahan.
Iya semua semata-mata karna kamu sahabat ku, sahabat yang mungkin hati ku lebih dari sahabat.
aku tahu kamu nggak pengen liat aku kaya gini.
Aku paham banget. Maaf.
Tak ada yang perlu aku jelaskan mengenai perasaan ini. Karna aku tahu hati mu sudah mati. Aku tahu meskipun kamu sedang bersama seseorang lain tp hatimu bukan untuknya melainkan hatimu masih tetap utuk wanita itu. Wanita yuang membuat hati mu mati.
Mengertilah, selama ini aku selalu dan sedang berusaha untuk menganggapmu benar-benar sebagai sahabat.
Aku butuh waktu, aku butuh proses.
Dalam doakku aku selalu memohon agar aku dapat membuka hati ku untuk orang lain. Orang yang nantinya akan mengiriku dalam meraih sukses.
Kenapa kamu memilih cara ini?
\Kamu ingin aku melupakan mu. Iya aku pasti dan aku akan melupakanmu.
Itu hanya sebuah perasaan.
Kenapa silahturahmi kita harus terputus?
Tahukah kamu jika kamu pergi dengan memberi tahuku lebih awal mungkin aku takkan seperti ini.
Ini bukan kali pertamanya aku ditinggal untuk meraih mimpi.
AKu senang melihatmu meniti karir ditempat yangkamu inginkan selama ini dan aku pasti akan selalu mendoakan kesuksesanmu.
Tapi kenapa kamu seperti ini?
Apa kamu tahu?
Pagi hari, Kamis 28 Agustus 2014 saat aku mengikuti ospek jurusan, aku jatuh pingsan.
Sekujur tubuhku kaku, dada ku sesak, nafasku berat, mata ku terpejam dengan terus meneteskan air mata.
Dan di waktu itu, kamu sedang berada di kota nan jauh disana. KAmu juga sedang mengikuti ospek.
Sorenya, saat aku mencoba membangkitkan stamina tubuhku.
Aku membaca kata-kata dari mu. Ya kamu telah berada di kota yang sungguh teramat jauh dari sini padahl semalam tadi kau mengajakku bertemu.
Kenapa beginii??????
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
The Time
Get your own Digital Clock
Gogo's My Pet
Blogger templates
About Me
- Alyaak Hafizh Rayudisa
- this is real , this is me :-) i'm exactly where i'm supposed to be now ♥ gonna let the light shine on me, now i've found who i'm there's, no way to hold it in, no more hidding who i want to be, this is me ♥ :-)
0 komentar:
Posting Komentar